Overstimulus

Latest Comments

Sekarang hidup tuh rasanya kayak nggak pernah keluar dari timeline. Baru bangun tidur udah disambut notif, tugas, chat, update media sosial, suara video lewat FYP, sampai pressure buat selalu produktif dan “nggak boleh ketinggalan”. Semua datang barengan, terus muter di kepala tanpa pause. Lama-lama, otak bukan lagi capek biasa, tapi kena overstimulus.

Overstimulus itu kondisi ketika otak menerima terlalu banyak rangsangan sekaligus sampai akhirnya kewalahan sendiri. Kebanyakan scrolling, notif nggak berhenti, overthinking, tugas numpuk, suara ramai, drama hidup, semua masuk ke kepala dalam waktu yang sama. Akibatnya? Otak jadi kayak error.

Tandanya kadang relatable banget: buka HP padahal baru ditaruh 2 menit lalu, staring at the screen tapi nggak ngerti apa yang dibaca, gampang emosian, susah fokus, capek padahal nggak ngapa-ngapain, sampai ngerasa kosong walaupun seharian sibuk. Badan masih jalan, tapi pikiran rasanya udah “logout” duluan.

Yang bahaya, banyak orang nganggep ini cuma malas atau kurang niat. Padahal sebenarnya otaknya udah terlalu penuh. Terlalu banyak suara, terlalu banyak informasi, terlalu banyak tuntutan buat selalu aktif. Akhirnya timeline hidup yang harusnya berjalan normal malah berubah jadi deadtime—fase ketika kita tetap hidup, tetap online, tapi kehilangan energi buat benar-benar menjalani semuanya.

Makanya, sesekali coba kasih otak tombol pause. Nggak harus selalu available, nggak harus selalu update, dan nggak harus produktif 24/7. Kurangi notif yang nggak penting, berhenti scrolling tanpa arah, tidur yang cukup, dan kasih diri sendiri waktu buat benar-benar tenang. Karena otak juga butuh recharge, bukan dipaksa online terus sampai burn out.

Ingat, kamu bukan robot yang harus aktif setiap saat. Sebelum timeline kamu berubah jadi deadtime karena overstimulus, jangan lupa kasih ruang buat diri sendiri bernapas.

TAGS

CATEGORIES

Uncategorized

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *