
Overstimulasi adalah kondisi ketika seseorang menerima terlalu banyak rangsangan dalam waktu yang bersamaan sehingga otak kesulitan memproses informasi secara efektif. Rangsangan tersebut dapat berasal dari suara, cahaya, media sosial, tugas kuliah, notifikasi ponsel, maupun interaksi sosial yang berlebihan.Mahasiswa merupakan kelompok yang cukup rentan mengalami overstimulasi. Aktivitas perkuliahan yang padat, tuntutan akademik, serta penggunaan teknologi yang intens dapat membuat otak terus bekerja tanpa jeda. Akibatnya, seseorang dapat merasa lelah meskipun tidak melakukan aktivitas fisik yang berat.Beberapa tanda overstimulasi antara lain sulit berkonsentrasi, mudah marah, cepat lelah, merasa cemas, sulit tidur, dan kehilangan motivasi belajar. Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, produktivitas dan kesehatan mental dapat terganggu.Untuk mengatasi overstimulasi, mahasiswa dapat membatasi penggunaan media sosial, mengatur waktu istirahat yang cukup, melakukan aktivitas relaksasi, serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan minim gangguan. Dengan pengelolaan yang baik, overstimulasi dapat dicegah sehingga mahasiswa dapat belajar dengan lebih fokus dan sehat.
No responses yet