Fenomena Fear of Missing Out atau yang sering disingkat FOMO merupakan kondisi psikologis di mana seseorang merasa cemas atau takut tertinggal dari pengalaman orang lain, terutama yang terlihat di media sosial. Perkembangan teknologi dan penggunaan platform digital seperti Instagram, TikTok, dan Twitter membuat individu terus-menerus terpapar aktivitas orang lain yang tampak menyenangkan. Hal ini sering memicu perasaan tidak puas terhadap diri sendiri karena membandingkan kehidupan pribadi dengan apa yang dilihat secara online.FOMO tidak hanya berdampak pada emosi, tetapi juga dapat memengaruhi perilaku seseorang. Individu yang mengalami FOMO cenderung sulit untuk fokus pada aktivitas yang sedang dijalani karena selalu ingin mengetahui apa yang terjadi di luar dirinya. Mereka juga lebih sering memeriksa ponsel, bahkan dalam situasi yang tidak tepat, seperti saat belajar atau berinteraksi dengan orang lain. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat mengganggu produktivitas dan kualitas hubungan sosial secara langsung.Dari sudut pandang psikologis, FOMO berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia untuk merasa diterima dan menjadi bagian dari kelompok sosial. Ketika seseorang merasa tertinggal atau tidak ikut serta dalam suatu momen, muncul rasa cemas, iri, bahkan rendah diri. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat berkembang menjadi stres atau kelelahan mental, terutama pada remaja dan mahasiswa yang sangat aktif menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.Untuk mengatasi FOMO, penting bagi individu untuk meningkatkan kesadaran diri dan mengontrol penggunaan media sosial. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membatasi waktu penggunaan gadget dan lebih fokus pada pengalaman nyata yang sedang dijalani. Selain itu, membangun rasa syukur dan menerima kondisi diri juga menjadi langkah penting agar tidak mudah terpengaruh oleh kehidupan orang lain. Dengan demikian, seseorang dapat menjalani hidup dengan lebih tenang dan tidak terus-menerus merasa tertinggal.

No responses yet